Resensi Buku:
Menemukan Jati Diri yang Hilang
Buku : Mengatasi Kegoncangan Jiwa. Perspektif Al-Quran dan Sains
Pengarang : Drs. Mas Rahim Salaby
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya Bandung
Tebal : xvii + 165 halaman
Peresensi : R.Rido Ibnu Syahrie
PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin pesat seiring dengan peningkatan tuntutan hidup yang serba kompleks, semua ini mendorong manusia untuk terus menerus mengejar keduniaan dan kemewahan hidup. Tak jarang manusia mengerahkan segenap upaya dan waktu demi mencapai maksud yang diinginkannya tersebut. Namun dalam kenyataannya manusia tetap memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan problematika hidup. Hanya ada dua kemungkinan yang akan diperoleh yaitu keberhasilan dan kegagalan. Jika harapan tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan maka perjuangan seseorang dalam mengatasi kesulitan hidup dinilai gagal. Kegagalan dapat mengakibatkan seseorang mengalami goncangan kejiwaan (stres) yang merupakan gejala awal dari terganggunya kondisi psikologis. Dari kondisi seperti ini akan muncul bermacam-macam penyakit fisik hingga mental penderitanya menurun (Depresi). Orang yang dihadapkan pada tekanan jiwa karena stres menyebabkan distres dengan gejala awal mengidap penyakit psychosomatic atau sakit jiwa (psychose). Akibat psychosomatic ini akan muncul beberapa penyakit seperti hipertensi, diabetes, wazir, exim, sakit jantung dll. Banyak orang yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut dengan kekuatan bathin baik tabib, paranormal maupun dukun. Mereka mampu menaikan voltase energi jiwa sang pasien, hanya saja proses penyembuhannya ada yang bertentangan dengan Sunnah Nabi. Para psikiater mampu mencarikan obat yang tepat tetapi tidak mampu membangkitkan energi bathin si pasien. Obat yang paling ampuh adalah dengan kekuatan jiwa (bathin). Siapapun pasti pernah mengalami stres atau depresi. Melalui buku ini, pembaca dipandu dari awal untuk mengenali kondisi tubuh dan jiwanya dengan pendekatan metafisika, biologi dan psikologi. Secara tidak langsung Penulis berharap agar pembaca melakukan koreksi diri (al-intiqod), karena kita akan berhasil mengidentifikasi sendiri tentang kelainan jiwa dan penyakit yang diderita. Disamping itu, penulis beranggapan bahwa semua jenis penyakit berawal dari jiwa yang sakit, maka tak mengherankan jika pada permulaan telah ditawarkan terapi spiritual menurut Sunnah Rosulullah lewat kekuatan doa (hal 76) disusul kemudian dengan teknik penyembuhan melalui zona refleksi. Pada sisi lain, Mas Rahim salaby juga tidak mengesampingkan pentingnya gizi untuk membangun kekuatan syaraf yang melemah akibat timbunan toxin dalam tubuh. Ia telah membuktikan upaya penyembuhan ini dengan memberikan terapi mental dan anjuran mengkonsumsi juice bagi penderita penyakit kurang waras. Beberapa klien yang datang berkonsultasi, megalami penyembuhan setelah mempraktekan metode tersebut (hal 92). Yang lebih menarik adalah paparan penulis tentang pentingnya membangkitkan kekuatan spiritual diri sendiri dengan menjauhkan diri dari kemungkinan terkena hukum syirik. Orang yang beriman, selalu pasrah dan tawakkal kepada Allah SWT, jiwanya akan mengeluarkan getaran atau gelombang 7-14 hertz (gelombang Alfa) sehingga akan mengalahkan daya syetan dan kekuatan pikiran jahat yang dikirim dukun pelet, guna-guna atau penyihir yang berada pada gelombang Delta (antara 0,54 hertz) dn gelombang Theta (antara 4-7 hertz). Buku setebal 165 halaman ini lebih cocok jika disebut panduan praktis sebab didalamnya terdapat kupasan sistematis tentang jenis penyakit, penyebabnya, tinjauan Al-Quran dan sains serta tahap-tahap penyembuhannya. Pembaca juga tidak perlu mengerutkan keningnya untuk mencerna isi bacaan, semua pesan disampaikan dalam bahasa yang lugas. Kejelian penulis untuk memberikan contoh konkret dalam mengatasi segala bentuk gangguan kejiwaan lebih terasa dengan menghadirkan pola hidup dan prilaku Nabi Muhammad SAW sebagai sosok dan figur yang telah teruji dan sukses menjalani kehidupannya. Salah satu metode yang terbukti keampuhannya adalah melalui dzikir. Sebab dengan berdzikir, dapat membuat tubuh dialiri tenaga/arus bioelektisitet sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Anfal:2. Selain itu, upaya menstabilkan diri agar tidak terjadi goncangan kejiwaan juga dipengaruhi pola makan dan minum, pernafasan serta latihan fisik dan mental. Semuanya dijelaskan secara tuntas disertai dasar dalil-dalil naqli (Al-Quran dan Hadist). Pada halaman terakhir buku ini, pembaca akan menemukan rahasia sholat yang multifungsi jika dikerjakan secara sunnah. Melalui gerakan-gerakan dalam shalat, secara eterik energi yang tercemar dalam pikiran dapat terbuang. Jadi selain berfungsi sebagai Ibadah, Shalat juga merupakan Riyadhah (latihan fisik dan eterik). Bagi pembaca yang jiwanya tengah diliputi kegoncangan akan kembali menemukan jati dirinya yang hilang dengan menerapkan metode dan upaya penyembuhan yang ditawarkan buku ini. Insyaallah. (dimuat Pontianak Post 6 Agustus 2000)
Menemukan Jati Diri yang Hilang
Buku : Mengatasi Kegoncangan Jiwa. Perspektif Al-Quran dan Sains
Pengarang : Drs. Mas Rahim Salaby
Penerbit : PT. Remaja Rosdakarya Bandung
Tebal : xvii + 165 halaman
Peresensi : R.Rido Ibnu Syahrie
PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan dan tekhnologi semakin pesat seiring dengan peningkatan tuntutan hidup yang serba kompleks, semua ini mendorong manusia untuk terus menerus mengejar keduniaan dan kemewahan hidup. Tak jarang manusia mengerahkan segenap upaya dan waktu demi mencapai maksud yang diinginkannya tersebut. Namun dalam kenyataannya manusia tetap memiliki keterbatasan dalam menyelesaikan problematika hidup. Hanya ada dua kemungkinan yang akan diperoleh yaitu keberhasilan dan kegagalan. Jika harapan tidak sesuai dengan hasil yang diinginkan maka perjuangan seseorang dalam mengatasi kesulitan hidup dinilai gagal. Kegagalan dapat mengakibatkan seseorang mengalami goncangan kejiwaan (stres) yang merupakan gejala awal dari terganggunya kondisi psikologis. Dari kondisi seperti ini akan muncul bermacam-macam penyakit fisik hingga mental penderitanya menurun (Depresi). Orang yang dihadapkan pada tekanan jiwa karena stres menyebabkan distres dengan gejala awal mengidap penyakit psychosomatic atau sakit jiwa (psychose). Akibat psychosomatic ini akan muncul beberapa penyakit seperti hipertensi, diabetes, wazir, exim, sakit jantung dll. Banyak orang yang mampu menyembuhkan penyakit tersebut dengan kekuatan bathin baik tabib, paranormal maupun dukun. Mereka mampu menaikan voltase energi jiwa sang pasien, hanya saja proses penyembuhannya ada yang bertentangan dengan Sunnah Nabi. Para psikiater mampu mencarikan obat yang tepat tetapi tidak mampu membangkitkan energi bathin si pasien. Obat yang paling ampuh adalah dengan kekuatan jiwa (bathin). Siapapun pasti pernah mengalami stres atau depresi. Melalui buku ini, pembaca dipandu dari awal untuk mengenali kondisi tubuh dan jiwanya dengan pendekatan metafisika, biologi dan psikologi. Secara tidak langsung Penulis berharap agar pembaca melakukan koreksi diri (al-intiqod), karena kita akan berhasil mengidentifikasi sendiri tentang kelainan jiwa dan penyakit yang diderita. Disamping itu, penulis beranggapan bahwa semua jenis penyakit berawal dari jiwa yang sakit, maka tak mengherankan jika pada permulaan telah ditawarkan terapi spiritual menurut Sunnah Rosulullah lewat kekuatan doa (hal 76) disusul kemudian dengan teknik penyembuhan melalui zona refleksi. Pada sisi lain, Mas Rahim salaby juga tidak mengesampingkan pentingnya gizi untuk membangun kekuatan syaraf yang melemah akibat timbunan toxin dalam tubuh. Ia telah membuktikan upaya penyembuhan ini dengan memberikan terapi mental dan anjuran mengkonsumsi juice bagi penderita penyakit kurang waras. Beberapa klien yang datang berkonsultasi, megalami penyembuhan setelah mempraktekan metode tersebut (hal 92). Yang lebih menarik adalah paparan penulis tentang pentingnya membangkitkan kekuatan spiritual diri sendiri dengan menjauhkan diri dari kemungkinan terkena hukum syirik. Orang yang beriman, selalu pasrah dan tawakkal kepada Allah SWT, jiwanya akan mengeluarkan getaran atau gelombang 7-14 hertz (gelombang Alfa) sehingga akan mengalahkan daya syetan dan kekuatan pikiran jahat yang dikirim dukun pelet, guna-guna atau penyihir yang berada pada gelombang Delta (antara 0,54 hertz) dn gelombang Theta (antara 4-7 hertz). Buku setebal 165 halaman ini lebih cocok jika disebut panduan praktis sebab didalamnya terdapat kupasan sistematis tentang jenis penyakit, penyebabnya, tinjauan Al-Quran dan sains serta tahap-tahap penyembuhannya. Pembaca juga tidak perlu mengerutkan keningnya untuk mencerna isi bacaan, semua pesan disampaikan dalam bahasa yang lugas. Kejelian penulis untuk memberikan contoh konkret dalam mengatasi segala bentuk gangguan kejiwaan lebih terasa dengan menghadirkan pola hidup dan prilaku Nabi Muhammad SAW sebagai sosok dan figur yang telah teruji dan sukses menjalani kehidupannya. Salah satu metode yang terbukti keampuhannya adalah melalui dzikir. Sebab dengan berdzikir, dapat membuat tubuh dialiri tenaga/arus bioelektisitet sesuai dengan firman Allah SWT dalam Q.S. Al-Anfal:2. Selain itu, upaya menstabilkan diri agar tidak terjadi goncangan kejiwaan juga dipengaruhi pola makan dan minum, pernafasan serta latihan fisik dan mental. Semuanya dijelaskan secara tuntas disertai dasar dalil-dalil naqli (Al-Quran dan Hadist). Pada halaman terakhir buku ini, pembaca akan menemukan rahasia sholat yang multifungsi jika dikerjakan secara sunnah. Melalui gerakan-gerakan dalam shalat, secara eterik energi yang tercemar dalam pikiran dapat terbuang. Jadi selain berfungsi sebagai Ibadah, Shalat juga merupakan Riyadhah (latihan fisik dan eterik). Bagi pembaca yang jiwanya tengah diliputi kegoncangan akan kembali menemukan jati dirinya yang hilang dengan menerapkan metode dan upaya penyembuhan yang ditawarkan buku ini. Insyaallah. (dimuat Pontianak Post 6 Agustus 2000)


0 Comments:
Post a Comment
<< Home